Turbinaria's Blog

Just another WordPress.com weblog

COKELAT YANG TIDAK MENGANDUNG COKLAT Januari 23, 2010

Diarsipkan di bawah: dapur ilmiah — turbinaria @ 12:43 pm

Apakah cokeat putih bebas dari kafein?

,,,,,,,

Betul, bahkan bebas dari cokelat pula.

Cokelat putih sesungguhnya adalah lemak dari biji cacao (mentega cacao) yang dicampur dengan padtan susu dan gula. Cokelat putih sama sekali tidak mengandung padatan biji cacao yang istimewa, yang meskipun tidak begitu cokelat tetapi member karakter dan citarasa yang unik dan istimewa dari cokelat. Apabila anda memilih sajian penutup berlapis cokelat putih untuk menghindari kafein pada cokelat, jangan lupa bahwa mentega cocoa memiliki lemak yang sangat jenuh. Sama artinya seperti lepas dari kandang harimau, tetapi masuk ke mulut buaya. hahahahaha

Yang lebiiiih mengejutkan lagi. Ada permen cokelat putih yang bahkan tidak dibuat dari lemak cokelat, permen itu dibuat dari dari minyak nabati yang dihidrogenasi. Oleh sebab itu, perhatikan baik-baik daftar yang dimuat dalam tabel.

 

SEGELAS TEH SUPER ISTIMEWA Januari 23, 2010

Diarsipkan di bawah: dapur ilmiah — turbinaria @ 12:37 pm

Untuk membuat es teh dengan cepat, saya menambahkan gula tepung. Ternyata gula itu langsung menggumpal. Ada apa gerangan?

…….

Usaha yang baik, namun anda menggunakan gula yang keliru.

Gula meja biasa berwujud butiran (granulated) seperti pasir, masing-masing adalah Kristal tunggal sukrosa murni. Akan tetapi ketika digerus menjadi tepung gula halus, gula yang sama cenderung menyerap uap air dari udara lalu mengeras. (dalam bahasa ilmiah gula disebut memiliki sifat higroskopis) guna mencegah kejadian ini, pabrik gula tepung menambahkan sekitar 3  % pati jagung. Pati itulah yang menggumpal dalam teh anda, sebab tepung pati tidak larut dalam air dingin.

tepung gula

Yang semestinya anda gunakan adalah gula superlembut atau ultra lembut, yang bukan tepung secara harfiah. Gula seperti memiliki Kristal-kristal lebih kecil daripada gula pasir biasa, karena itu bisa larut lebih mudah.

begitu…. ote ote….

 

Usaha Memperbaiki Kualitas Guru Biologi Melalui Optimalisasi Tercapainya Kepribadian dan Pedagogik Guru Desember 26, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — turbinaria @ 2:25 pm

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aspek terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. Karena dengan pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas.

Guru sebagai pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh sebab itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi lebih baik. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas.

Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan, tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan, guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Namun, kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut. Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi pedagogik. Kompetensi merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ditampilkan melalui unjuk kerja. Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. Bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak atau orang lain yang belum dewasa, disebut pendidikan (pedagogik). Setelah itu pedagogik berarti suatu usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompopk orang lain menjadi dewasa atau tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi.

Guru yang bermutu dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi. Untuk membentuk guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri, pemerintah, masyarakat dan orang tua. Berdasarkan kenyataan yang ada, pemerintah telah mengupayakan berbagai hal, diantaranya sertifikasi guru. Dengan adanya program sertifikasi tersebut, kualitas mengajar guru akan lebih baik.

Program sertifikasi tersebut juga dapat diterapkan untuk guru-guru BIOLOGI agar dapat memiliki standar kompetensi yang telah diterangkan di atas. Guru BIOLOGI diharapkan mampu memahami dan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antar mata pelajaran yang terkait dan menginternalisasikan nilai-nilai BIOLOGI dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu melalui sertifikasi guru BIOLOGI diharapkan mampu menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan dan materi bidang studi BIOLOGI.

  1. Rumusan Masalah:
    1. Bagaimana usaha memperbaiki kualitas guru Biologi melalui optimalisasi tercapainya kompetensi kepribadian dan pedagogik guru?
    2. Sebutkan ketrampilan dasar mengajar yang harus dimiliki seorang guru untuk menjadi guru yang profesional?

BAB 2

PEMBAHASAN

Kompetensi (competency) didefinisikan dengan berbagai cara, namun pada dasarnya kompetensi merupakan kebulatan penguasan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ditampilkan melalui unjuk kerja, yang diharapkan bisa dicapai seseorang setelah menyelesaikan suatu program pendidikan.

Sementara itu, menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002, kompetensi diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai pekerjaan tertentu.

Menurut PP RI No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28, pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Dalam konteks itu, maka kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang guru untuk memangku jabatan guru sebagai profesi. Keempat jenis kompetensi guru yang dipersyaratkan beserta subkom- petensi dan indikator esensialnya diuraikan sebagai berikut.

1.  Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci setiap elemen kepribadian tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:

(1) Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai pendidik; dan memeliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.

(2) Memiliki kepribadian yang dewasa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik.

(3) Memiliki kepribadian yang arif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

(4) Memiliki kepribadian yang berwibawa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.

(5) Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
2.  Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Secara substantif kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci masing-masing elemen kompetensi pedagogik tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:

(1) Memahami peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memamahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidenti- fikasi bekal-ajar awal peserta didik.

(2) Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidik-an untuk kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.

(3) Melaksanakan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

(4) Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Subkompe-tensi ini memiliki indikator esensial: melaksanakan evaluasi (assess-ment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.

(5) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan

Memfasilitasi peserta didik untuk mengem-bangkan berbagai potensi nonakademik.

3. Kompetensi Profesional

Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum matapelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Secara rinci masing-masing elemen kompe-tensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut.

(1) Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau kohe-ren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.

(2) Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk me-nambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.

4.  Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut.

(1) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.

(2) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.

(3) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Secara pedagogik, kompetensi guru-guru dalam mengelola pembelajaran perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini penting karena pendidikan di Indonesia dinyatakan kurang berhasil oleh sabagian masyarakat, dinilai kering dari aspek pedagodik dan sekolah nampak lebih mekanis sehingga peserta didik cendrung kerdil karena tidak mempunyai dunianya sendiri.

Sehubungan dengan itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola pembelajaran. Secara operasional kemampuan mengelola pembelajaran menyangkut tiga fungsi manajerial, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.
1. perencanaan menyangkut penetapan tujuan, dan kompetensi, serta memperkirakan cara pencapaiannya. Perencanaan merupakan fungsi sentral dari manajemen pembelajaran dan harus berorientasi kemasa depan. Guru sebagai manajer pembelajaran harus mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengelola berbagai sumber.
2. Pelaksanaan adalah proses yang memberikan kepastian bahwa proses belajar mengajar telah memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang diperlukan, sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai tujuan yang di inginkan.

3. Pengendalian atau evaluasi bertujuan untuk menjamin kinerja yang dicapai sesuai dengan rencana atau tujuan yang telah ditetapkan. Guru diharapkan membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan pembelajaran secara efektif, serta memerlukan pengawasan dalam pelaksanaannya.

Keterampilan Dasar Mengajar

Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting kalau ia ingin menjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai sumbstansi bidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar.

Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menjadi guru yang pofesional  adalah :

●Keterampilan Bertanya

●Keterampilan Memberi Penguatan

●Keterampilan Mengadakan variasi

●Keterampilan Menjelaskan

●Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

●Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil

●Keterampilan Mengelola Kelas

●Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

Keterampilan Bertanya

Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh seorang guru tidaklah lepas dari guru memberikan pertanyaan dan murid memberikan jawaban yang diajukan. Pengertian dan Rasional keterampilan bertanya bertujuan untuk memperoleh informasi untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berfikir. Pertanyaan yang diberikan bisa bersifat suruhan maupun kalimat yang menuntut respon siswa.

Keterampilan Memberi Penguatan

Penguatan adalah suatu respon terhadap suatu tingkah laku dan penampilan siswa. Penguatan adalah suatu respons terhadap suatu tingkah laku siswa yang dapat menimbulkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.

Keterampilan Mengadakan Variasi

Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksud sebagai proses perubahan dalam pengajaran yang dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu; variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan alat dan media pembelajaran dan variasi dalam pola interaksi dalam kelas.

Keterampilan Menjelaskan

Menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, antara sebab akibat, yang diketahui dan yang belum diketahui.

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Yang dimaksud dengan keterampilan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan situasi siap mental dan menimbulkan siswa agar terpusat perhatian pada apa yang dipelajari.

Yang dimaksud dengan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa.

Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok adalah merupakan salah satu strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui suatu proses yang memberi kesempatan berfikir, berinteraksi sosial serta berlatih bersikap positif.

Keterampilan Mengelola Kelas

Mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan keterampilan untuk mengembalikan pada kondisi belajar yang optimal.

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

Terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab dapat terjadi antara guru-siswa, maupun antara siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan.

BAB 3

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan, guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Namun, kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut. Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Bertitik tolak dari apa yang telah diuraikan pada Bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa untuk membentuk guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri, pemerintah, masyarakat dan orang tua. Berdasarkan kenyataan yang ada, pemerintah telah mengupayakan berbagai hal, diantaranya sertifikasi guru. Dengan adanya program sertifikasi tersebut, kualitas mengajar guru akan lebih baik.

Program sertifikasi tersebut juga dapat diterapkan untuk guru-guru BIOLOGI agar dapat memiliki standar kompetensi yang telah diterangkan di atas. Guru BIOLOGI diharapkan mampu memahami dan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antar mata pelajaran yang terkait dan menginternalisasikan nilai-nilai BIOLOGI dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu melalui sertifikasi guru BIOLOGI diharapkan mampu menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan dan materi bidang studi BIOLOGI.

Adapun Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menjadi guru yang profesional adalah:

(1)   Keterampilan bertanya

(2)   Keterampilan Menmberi

(3)   Keterampilan Mengadakan

(4)   Keterampilan Menjelaskan

(5)   Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

(6)   Ketreampilan memimpin diskus kecil

(7)   Keterampilan mengelola kelas

(8)   Keterampilan Mengajar kelompok kecil dan Perorangan

DAFTAR PUSTAKA

http://sman1banjar-putradnyana.blogspot.com/

http://www.psb-psma.org/content/blog/peran-kepala-sekolah-dalam-meningkatkan-kompetensi-guru

http://www.docstoc.com/docs/6390817/Pengembangan-Materi-Ajar

http://fmipa.um.ac.id/

 

Ketahuilah Olehmu September 25, 2009

Diarsipkan di bawah: catatan — turbinaria @ 7:34 am

Copy (2) of you-re-not-alone

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.
Allah SWT sudah menghitung air matamu.

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja.
Allah SWT sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..
Allah SWT sudah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan.
Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon.
Allah SWT selalu berada disampingmu.

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang..
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya
dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan
hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas.
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan.
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur.
Allah SWT telah memberkahimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.
Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi.
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap.
Allah SWT tahu.

 

1st may Agustus 12, 2009

Diarsipkan di bawah: catatan — turbinaria @ 3:47 am

from someone in 1st may :emohug

I have 1 thing for you

1 may

1 unforgetable year

1 beutifull girl

1 overlasting love

1 great life

1fulfiling heart

1 faithfull love

thanks for being the one

the one who always care,

the one who always love

the one who always remember,

the one that I love so much

You are the only one for me,

Happy anniversary my love….

 

Jika Kelinci Nggak Mau Menyusui Anaknya Juli 26, 2009

Diarsipkan di bawah: animal — turbinaria @ 4:25 am

ada beberapa tips buat para pecinta Kelinci

emang paling membahagiakan sekaligus repot juga kalo kelinci kesayangan kita akhirnya beranak juga. Bayi kelinci yang baru lahir biasanya gak punya bulu sehingga induknya harus mencabuti bulu-bulunya untuk selimut anak-anaknya.

usia-2-jam_small

Tapi ada beberapa kejadian induk kelinci yang gak mau mencabuti bulunya sendiri pra melahirkan, bisanya induk yang kaya gini sekaligus gak mau nyusuin anaknya juga. tuh repot gak lo… Kalo dibiarin lama2 bayi kelinci ini bisa mati karena belum bisa makan apapun, selain itu juga lum ada susu yang bisa jadiin substitusi susu induk kelinci. Sedih kan…

menurut pengalaman n pengamatan aku (maaf kalo salah), hal ini bisa terjadi karena saat hamil, ibu kelinci dipindah-pindah tempatnya, atau ibu kelinci terlalu stres dilingkungan tempat dia tinggal. Sehingga mungkin dia merasa tidak siap untuk melahirkan, jadi tidak mau mancabuti bulunya. Alasan yang kedua adalah induk kelinci yang belum siap untuk kawin namun dipaksa untuk kawin. jadi gini pren… pernah pengalaman aku melihara kelinci yang dari segi fisik n umurnya udah pas banget buat dikawinin, eh tapi ternyata waktu dimasukin pejantan di kandangnya dia berontak ketakutan sampe triak2(lebai banget emang kelinciku) terjadilah perkawinan yang si betina sendiri sebenernya belum menghendaki walaupun sebenarnya sudah siap. eh, waktu anaknya lahir, tu induk gak nyabutin bulu2 n gak mau nyusuin anaknya sama sekali

Tips bila masalah ini terjadi ma kelinci temen2 semuanya adalah

1. Saat dia gak mau nyabutin bulu2nya, usahakan kita siapkan jerami di tempat dia mau melahirkan. jadi anak kelinci tetep hangat…

2. Waktu dia gak mau nyusuin, kita bimbing dia untuk mendekat menuju kotak tempat bayi2nya. Usahakan hati2 agar bayi kelinci tidak terinjak.  habis itu deketin anak2nya ke puting induknya. ntar dia bisa nyari sendiri kok. terus kita elus2 kepala dan tubuhnya penuh prasaan, ceile. Biasanya kelinci paling suka dielus2, jadi akan diem di tempat. Lakukan ini samapi ia mau menyusui anak2nya. kuncinya adalah : dielus. Lakukan ini 4 jam sekali sampai akhirnya ibu kelinci bisa ’sadar’ untuk menyusui anak2nya lagi.

DSC02250

nah, sekarang baby kelinciku udah gede2. lucu2 semua, aku sayang kelinciku^^

itu dia tips dari aku, maaf bila ada kekurangan dan kesalahan info..

 

Harry Potter and the Half-blood Prince Juli 26, 2009

Diarsipkan di bawah: movie — turbinaria @ 3:41 am

Tanggal 24 Juli kemaen sempet juga akhirnya nonton Harry Potter, yah… seperti biasa masih rame, untungnya kebagian tiketnya n berhasil nonton juga

Sebelumnya, sempet juga baca bukunya siyh, tp karna buku pinjeman n tu buku tebel banget, terpaksa cuma beberapa bab yang sempet aku baca

prince

Harry Potter and the Half-blood Prince dimulai dengan kunjungan Harry dan Dumbledore ke rumah prof. slughorn untuk membujuknya kembali mengajar di Hogwart, pastinya dengan tujuan tertentu. Prof Slughorn mengajar kelas ramuan. Harry seketika menjadi murid kesayangannya karena menjadi paling pintar saat kelas ramuan. Rahasia kecil penyebabnya adalah karena Harry menemukan buku ajaib yang berisi mantra sihir yang tertulis nama the Half-blood Prince

Masalah mulai terjadi saat Draco Malfoy menjadi ‘Orang Yang Terpilih’ oleh Voldemort. Anak pengecut ini ketakutan dan menjadi sedikit stres. Namun Snape melakukan sumpah mati untuk menlindungi Malfoy

tujuan Dumbledore mengajak prof. Slughorn kembali mengajar di Hogwart adalah agar Harry dapat membujuknya untuk memberikan memori kebenaran mengenai masa kecil Tom Riddle. Dan ternyata Tom Riddle telah membagi jiwanya menjadi tujuh ke dalam Horcrux. Hal ini dimaksudkan agar ia memiliki tujuh nyawa. karena ia akan tetap hidup selama ke tujuh bagian jiwanya yang lain juga masih hidup. Salah satu bagian jiwanya adalah buku harian Tom Riddle yang dulu pernah ditemukan Harry pada film ke 2.

Untuk mencari bagian jiwa Tom Riddle yang lain Harry dan Dumbledore melakukan perjalanan ke sebuah gua tersembunyi untuk mencari semacam liontin peninggalan Slytherin, yang di duga merupakan Horcrux. Dumbledore menjadi lemah karena terpaksa harus meminum harus meminum semacam cairan yang melingkupi Horcrux tersebut. setelah kembali ke Hogwart, Dumbledorte menyuruh Harry bersembunyi  dan ia harus berhadapan dengan Malfoy dan beberapa Pelahap Maut lainnya. Malfoy berhasil melucuti tongkat Dumbledore namun ia gemetaran dan sangat ketakutan untuk membunuhnya. Akhirnya Snape lah yang membunuh Dumbledore dengan mantra ‘Ava Kadavra’ sehingga Dumbledore terjatuh dari menara, kemudian mati. Harry engejar Snape yang melarikan diri bersama Pelahap maut lainnya. Ia mengeluarkan mantra yang ia pelajari dati buku The Halg-Bloog Prince namun mantra itu segera ditangkis oleh Snape. Kemudian Snape berkata, “kau mencoba menyerangku dengan mantra buatanku sendiri? ya, akulah pangeran Berdarah campuran tersebut.” Kemudian mereka berhasil kabur.

Menyedihkan dan suram memang, akhir cerita ditutup dengan kematian Dumbledore. Namun cerita ini diwarnai dengan romantika kehidupan anak remaja yang mulai jatuh cinta. Ada beberapa adegan ciuman yang nggak disangka. Dan satu lagi yang aku dapet dari cerita ini, bahwa ternyata orang barat pengertian banget siyh ma anak2nya. Kalo anaknya lagi berduaan gitu, eh….malah ditinggal pergi to…memberi ruang dan waktu tenan yo…

 

Protozoa Juli 23, 2009

Diarsipkan di bawah: avertebrata — turbinaria @ 1:46 am

Semester 1 setaun yang lalu, pada mata kuliah praktikum Biologi Avertebrta, Kita diwajibin membawa air rendaman jerami, air selokan, air kolam, katak(dalam hal ini dimaksudkan untuk mengambil isi dari ususnya), dan rayap. hal ini gak lain gak bukan selain untuk melihat dan mengetahui habitat serta strutur dari hewan2 mikroskopi tersebut.

protozoa, merupakan hewan uniseluler atau bersel tunggal. Namun hewan ini adalah mahkluk yang serba bisa karena seluruh aktivitas selnya, ya dilakukan oeh sel itu sendiri. Beberapa protozoa yang ditemuin adalah

1. Paramecium caudatum

Paramecium_caudatum4-Protozoan-ciliate-by_Ralf_SchmodeParamecium sp berdasarkan alat geraknya termasuk ke dalam kelas Cilliata atau Cilliophora (Cillia = bulu getar). Protozoa ini memiliki bulu getar pada seluruh permukaan tubuhnya. hidup secara individu. Hewan ini sering disebut hewan sendal karena bentuknya yang mirip dengan sendal.

2. Vorticella sp

vorticella15 Vorticella sp, termasuk ke dalam kelas Flagellata karena hanya memiliki satu alat herak yang dapat berbentuk spiral. sehingga, Protozoa ini bentuknya mirip dengan lonceng. Memiliki klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis.

euglena_viridis3. Euglena viridis

Euglena sp termasuk ke dalam kelas Flagellata. Memiliki bulu cambuk yang dapat digunakan sebagai alat gerak. hidup secara individu. tubuh euglena dilindungi oleh selaput folikel sehingga bentuk tubuhnya tetap, dapat hidup secara autrotof dengan berfotosinresis, maupun heterotof dengan absorbsi zat organik yang ada di sekitarnya.

4. Volvox Globator

40604-004-AFBDAA4AVolvox globator merupakan organisme yang hidup berkoloni, setiap koloni terdapat ribuan individu Volvox. sering ditemukan pada air kolam atau air sawah, memiliki2-3 flagel yang digunakan untuk berpindah tempat, Memiliki klorofil sehingga dapat befotosintesis.

5. Amoeba sp

amoebaTErmasuk ke dalam kelas Rhizopoda karena tidak memiliki alat gerak. Untuk menangkap mangsanya, hewan ini menggunakan kaki semu nya. Merupakan organisme uniseluler yang hidup secara individu. pekembangbiaan amoeba yang sering dilakukan adalah dengan membelah diri. Amoeba membelah diri hampir setiap 15 menit sekali. Pada kondisi yang kurang sesuai, amoeba akan membentuk kista.

Nah, kira2 itu lah sebagian prozoa yang berhasil aku temukan untuk mewakili kelas2nya. Maaf ya, apabila ada kesalahn dan kekurangan info

 

Kesepian Juli 21, 2009

Diarsipkan di bawah: catatan — turbinaria @ 11:44 am

Kesepian ini mulai datang

Menggerogoti jiwaku yang sebagian  memang sudah hilang

Aku layu…

Aku tumbang

emmo2ir4

Sampai larut malam air mata ini terus saja mengalir

dalam kebisuan yang menyesakkan

Membawaku dalam sebuah kenangan yang cukup pahit

Membawaku ke dalam mimpi yang suram

Sesak !

Gelap !

Lepaskan aku dari semua ini

cinta…

aku patah hati

 

Kenapa Kita Berkeringat Ya… Juli 16, 2009

Diarsipkan di bawah: Tubuh kita, Uncategorized — turbinaria @ 3:12 am

Udara yang panas, dan bikin gerah, membuat kita berkeringatfictions_CacingKepanasan. Kadang keringat sampai membasahi baju kita dan bikin gerah, keringat sering muncul di sekitar dahi, ketiak, leher, yah.. dapat dikatakan seluruh kulit mengeluarkan keringat, secara ya… permukaan kulit kan memiliki pori2 untuk mengeluarkan keringat

Sebenernya, kenapa sich kita berkeringat dan apa fungsi dari keringat selain membuat kita terkena bau badan?

Tubuh ita memiliki sebuah sistem regulasi homeostasis yang kompleks. Nah, berkeringat merupakan salah satu dari sistem tersebut. Apa itu? akan saya beri sedikit gambaran…

Menurut Walter Canon (1932) homeostasis adalah suatu sistem terbuka terutama dalam tubuh makhluk hidup untuk menjaga/mempertahankan sistem internalnya agar tetap konstan melalui beberapa mekanisme pengaturan-pengaturan tubuh yang dinamis.

sweat-main_FullSaat kita kepanasan, secara otomatis mekanisme tubuh akan memberikan reaksi untuk menjaganya agar pada kondisi konstan. Hal ini juga terjadi  saat kita merasa dingin.

Salah satu cara untuk menjaga suhu tubuh agar tetap konstan adalah dengan berkeringat. pada kondisi lingkungan yang panas, tubuh mengeluarkan keringat dengan tujuan agar keringat tersebut dapat menurunkan suhu tubuh secara alami. Keringat merupakan cairan yang dapat menguap, menguap membutuhkan  panas. Panas tersebut diambil dari kondisi panas tubuh kita. sehingga secara otomatis, panas tubuh kita terserap dan suhu tubuh dapat menurun dengan adanya penguapan tersebut.

Dapat dibayangkan, bagi orang yang sel kulitnya rusak, dalam artian kelenjar keringatnya rusak sehingga tidak dapat memproduksi keringat saat panas  pasti akan merasa sangat tersiksa, ibarat kue yang terpanggang tanpa diolesi mentega, gosong. seperti halnya kulit kita.

Bagi beberapa hewan, menurunkan suhu tubuh saat udara panas dapat dengan cara yang berbeda-beda. Seperti anjing misalnya. Hewan tersebut tidak dapat berkeringat, sehingga akan menjulurkan lidahnya untuk melakukan penguapan , maka  suhu tubuhnya kembali konstan.

Jadi, jangan takut atau kesal saat kita berkeringat ya, karena keringat memiliki peran besar dalam mempertahankan temperatur tubuh. Asalkan, kita harus rajin menjaga kebersihan, agar bakteri tidak berkembang, sehingga badan kita tidak menjadi bau..